PENGARUH BANJIR TERHADAP PSYCHOLOGICAL WELL-BEING DAN RELIGIUSITAS MASYARAKAT HULU SUNGAI TENGAH
Keywords:
banjir, religiusitas, , kesejahteraan psikologisAbstract
Dalam setiap tahun, wilayah Hulu Sungai Tengah selalu terendam banjir. Bahkan pada banjir bandang tahun 2021 yang melanda hampir seluruh kabupaten di Kalimantan Selatan, kota Barabai terendam hingga atap rumah warga. Banjir secara umum selalu menjadi permasalahan masyarakat terutama di kawasan kota Barabai. Namun setiap orang memiliki respon yang berbeda terhadap bencana alam. Pandangan yang berbeda-beda dibentuk dari pengalaman yang berbeda pula. Dalam hal ini, kami mengkaji bagaimana dampak banjir terhadap kualitas psychological well-being dan tingkat religiusitas berdasarkan pengalaman masyarakat di Hulu Sungai Tengah. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui lebih dalam mengenai pengaruh banjir terhadap psychological well-being dan tingkat religiusitas masyarakat di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Penelitian ini mengambil masyarakat Hulu Sungai Tengah sebagai subjek yang diteliti, khususnya yang berada disekitaran kota Barabai. Bentuk penelitian pada topik ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, sedangkan teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan pertanyaan atau kuesioner. Terdapat pilihan skala dari sangat positif hingga sangat negatif untuk mengukur kondisi emosional responden sebagai bahan penelitian. Berdasarkan penelitian ini dapat diambil hasil data yang menyatakan Pada banjir bertempo singkat, 53% dari 38 koresponden menyatakan bahwa tidak ada perubahaan tertentu dari segi emosional mereka. Dalam artian psikis mereka berada di skala yang netral. Namun 26% menyatakan adanya perasaan negatif seperti cemas dan gelisah serta 3% memilih skala sangat negatif. Sedangkan dalam banjir yang bertempo lama, 34% mengaku jika mereka menjumpai emosi negatif dan 32% berada di skala emosi yang sangat negatif. Terdapat 10% yang mengaku ada di skala positif dan 24% lainnya netral. Tidak ada satupun responden yang memilih skala sangat positif.
References
Barabai Berduka, Banjir Bandang Terjang Hulu Sungai Tengah. (2021, January 18). PA Barabai. Retrieved October 19, 2022, from https://pa-barabai.go.id/seputarperadilan/755-barabai-berduka,-banjir-bandang-terjang-hulu-sungai-tengah.html
Al Ghifari, Kk, Bie, & Kanal Kalimantan. (n.d.). Diterjang Bandang, Begini Kondisi Kota Barabai Senin 18 Januari 2021. https://www.google.com/amp/s/www.kanalkalimantan.com/diterjang-bandang-beginikondisi-kota-barabai-senin-18-januari-2021/amp/
Amawidyati, S. A. G., Utami, M. S., & Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada.
(n.d.). Religiusitas dan Psychological Well‐Being Pada Korban Gempa. Jurnal Psikologi, Volume 34, NO. 2, 164 – 176.
Ryff, C.D. 1989. Happiness Is Everythingor Is It? Explorations on the Meaning of Psychological Well‐Being. Journal of Personality and Social Pyschology.57.(1069‐1081).
Ryff, C.D & Coorey L.M. Keyes.1995. The Structure of Psychological Well‐Being Revisited. Journal of Personality and Social Pyschology. 69. (719‐727).
Keyes, CLM., Ryff, CD., and Shmotkin, D. 2002. Optimizing Well‐Being : The Empirical Encounter of Two Traditions. Journal of Personality and Social Psychology. 82, 6, 959‐971.
Chamberlain, K & Zika.S. 1992. Religiosity, Meaningin Life, & Psychological WellBeing. Dalam Schumaker J.F. Religion and Mental Health. New York : Oxford University Press.
Mirowsky dan Ross, 1999. Well‐Being Across the Life Course. A Handbook for the Study of Mental Health : Social Context, Theories, and System. (Editor: Horwitz and Scheid). Cambridge: Cambridge University Press.
Argyle, M. 2001. The Psychology of Happiness. 2nd Edition. Sussex : Routledge.
Taylor, S.E. 1995. Health Psychology. 3rd ed. Singapore : McGraw‐Hill.











