PERSPEKTIF ISLAM TERHADAP KIMIA : MEMBANGUN HARMONI ANTARA SAINS DAN AGAMA
Kata Kunci:
Islma, Chemestry, ScienceAbstrak
Ilmu kimia merupakan salah satu kontribusi penting yang diwariskan oleh para ilmuwan Muslim pada masa keemasan peradaban Islam, yang diakui oleh sejarawan Barat sebagai dasar bagi perkembangan ilmu kimia modern. Jabir Ibnu Hayyan, yang dikenal sebagai "Bapak Kimia Modern," dan tokoh lainnya seperti Al-Razi telah memberikan sumbangan signifikan dalam pengembangan teknik dan penemuan senyawa kimia penting. Al- Qur'an juga memberikan pandangan mengenai ilmu kimia, dengan penjelasan tentang unsur-unsur seperti besi dan konsep atom yang disebut "zarrah." Meskipun kemajuan ilmu kimia telah banyak dipengaruhi oleh ilmuwan Barat, Islam memiliki peran besar dalam pengembangan bidang ini. Oleh karena itu, penting bagi umat Muslim, khususnya di Indonesia, untuk memahami hubungan antara ilmu kimia dan Islam, serta untuk mengintegrasikan pengetahuan sains dengan nilai-nilai agama. Dengan demikian, pemahaman yang lebih luas dan mendalam tentang ilmu kimia dapat dicapai, yang pada gilirannya akan bermanfaat bagi kehidupan sehari- hari dan keberlangsungan umat manusia.
Referensi
Abidin, Z. (2017). Integrasi Islam Dengan Fisika Dan Kimia. Al-Afkar: Manajemen pendidikan Islam, 5(2).
Marpaung, I. M. (2011). Konsep Ilmu Dalam Islam. At-Ta'dib, 6(2).
Hidayatullah, S. (2019). Agama Dan Sains: Sebuah Kajian Tentang Relasi Dan Metodologi. Jurnal Filsafat 29 (1), 102-133
Noryani, I. (2022). Kimia Dalam Pandangan Islam: Upaya Mencari Titik Temu Antara Sains Dan Agama. Jurnal Studi dan Pemikiran Islam, 1(1), 44-50.
Muslim, Buchori, Zulfiani, Z., & Irwandi, D. (2014). Pembelajaran Kimia Melalui Metode Eksperimen Berbasis Lingkungan Alam Sekitar Ditinjau Dalam Perspektif Islam. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 1.2: 189-202.


