Islamologi : Jurnal Ilmiah Keagamaan
https://jipkm.com/index.php/islamologi
<main style="max-width: 1000px; margin: 0 auto; background-color: #f8f9fa; padding: 25px; border-radius: 10px; box-shadow: 0 4px 20px rgba(0,0,0,0.08);"> <section style="display: flex; flex-wrap: wrap; gap: 25px; margin-bottom: 25px; align-items: flex-start;" aria-labelledby="journalHeader"> <div style="flex: 0 0 350px; margin: 0 auto;"><img style="width: 322px; height: 455px; border-radius: 10px; border: 1px solid #e0e0e0; box-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.1) 0px 4px 12px; object-fit: contain;" src="https://jipkm.com/public/site/images/islamologi/islamologi.jpg" alt="Cover Jurnal Tut Wuri Handayani" /></div> <!-- JOURNAL INFO --> <article style="flex: 1; min-width: 300px; background-color: white; padding: 20px; border-radius: 10px; box-shadow: 0 3px 10px rgba(0,0,0,0.05);"><header> <h1 id="journalHeader" style="color: #05252e; margin: 0 0 5px 0; font-size: 1.8rem; font-weight: 600;"><strong>ISLAMOLOGI</strong></h1> <h2 style="color: #424242; margin: 0 0 15px 0; font-size: 1.2rem; font-weight: 500; border-bottom: 2px solid #d17a22; padding-bottom: 8px;"><strong>Jurnal Ilmiah Keagamaan</strong></h2> </header> <div style="display: grid; grid-template-columns: 130px 1fr; gap: 8px; align-items: center; font-size: 1.05rem;"> <div style="font-weight: 600; color: #424242; padding: 4px 0;">Frekuensi:</div> <div style="padding: 4px 0;"><strong>2</strong> issues per year (January & July) on 2026</div> <div style="font-weight: 600; color: #424242; padding: 4px 0;">DOI:</div> <div style="padding: 4px 0;">Prefix oleh <a style="text-decoration: none; color: #d17a22;" href="https://search.crossref.org/search/works?q=" target="_blank" rel="noopener"> <img style="vertical-align: middle; margin-left: 4px;" src="https://journal.uii.ac.id/public/site/images/deni/crossref2.png" alt="Crossref" width="90" height="28" /> </a></div> <div style="font-weight: 600; color: #424242; padding: 4px 0;">E-ISSN:</div> <div style="padding: 4px 0;"><strong><a style="color: #05252e; text-decoration: none;" href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/20240322060163543" target="_blank" rel="noopener">3047-3071 (Online)</a></strong></div> <div style="font-weight: 600; color: #424242; padding: 4px 0;">Indeksasi :</div> <div style="padding: 4px 0;"><a href="https://jipkm.com/index.php/jipkm/" target="_blank" rel="noopener"><strong>Google Scholar</strong></a><strong> | Garuda | Copernicus</strong></div> <div style="font-weight: 600; color: #424242; padding: 4px 0;">Editor in Chief:</div> <div style="padding: 4px 0;">Dr. Husin, M.Pd</div> <div style="font-weight: 600; color: #424242; padding: 4px 0;">Publisher:</div> <strong>CV. Maryam Sejahtera</strong></div> </article> </section> </main> <p style="text-align: justify;"><strong>Islamology: Religious Science Journal</strong> is an open-access, peer-reviewed journal on religious studies and religious studies published by the Maryam Sejahtera Foundation in South Kalimantan. It features articles by lecturers, educational staff, education observers, and others. Published semiannually (January and July) online, the journal publishes research findings related to religious and religious issues.</p>en-USIslamologi : Jurnal Ilmiah Keagamaan3047-3071Karakteristik Sintaksis Al-Qur'an: Studi Analisis Huruf Athaf dan Jar pada QS. Az-Zumar: 71–73 dan QS. Thaha: 71
https://jipkm.com/index.php/islamologi/article/view/401
<p>Kajian ini menelaah karakteristik sintaksis Al-Qur'an melalui analisis mendalam terhadap huruf athaf dan huruf jar pada QS. Az-Zumar: 71–73 dan QS. Thaha: 71. Dengan menggunakan pendekatan nahwu klasik yang bersumber dari tradisi linguistik Sibawaih, Ibn Jinni, Al-Jurjani, Az-Zamakhsyari, dan Ibn Hisyam, kajian ini menunjukkan bahwa setiap huruf dalam Al-Qur'an dipilih secara presisi absolut dan tidak dapat digantikan oleh huruf lain tanpa menggeser substansi makna secara fundamental. Huruf athaf seperti waw (و) dan fa (ف), serta huruf jar seperti fī (في) dan 'alā (على), masing-masing mengemban fungsi semantis yang distingtif dan konsisten. Temuan ini memperkuat argumen i'jāz lughawī Al-Qur'an, khususnya dimensi dawām al-ma'nā al-harfī — konsistensi makna huruf sebagai sistem linguistik yang sempurna dan tidak tertandingi.</p>Saparudin ArianurNuriyatul MuzakiyaAhmad Arifin AlfayadAkhmad Dasuki
Copyright (c) 2026 Saparudin Arianur, Nuriyatul Muzakiya, Ahmad Arifin Alfayad, Akhmad Dasuki
2026-06-302026-06-3031115Donasi Digital Sebagai Ekspresi Filantropi Islam di Era Jaringan: Analisis Perspektif Manuel Castells pada Instagram @kitabisa.com
https://jipkm.com/index.php/islamologi/article/view/400
<p>Donasi digital, sebagai wujud kontemporer dari filantropi Islam, mengalami transformasi yang signifikan seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi digital, beralih dari praktik amal tatap muka menuju platform online dan media sosial. Fenomena ini tampak jelas dalam berbagai penggalangan dana untuk korban bencana di Aceh dan wilayah Sumatra yang mampu menjangkau partisipasi masyarakat luas dalam waktu singkat. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana donasi digital, yang dipahami dalam kerangka filantropi Islam, membentuk pola solidaritas sosial serta implikasinya dalam perspektif masyarakat jaringan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui studi literatur dan pengamatan terhadap kampanye donasi di Instagram. Hasil kajian menunjukkan bahwa donasi digital mempermudah partisipasi masyarakat dan memperluas jangkauan solidaritas, namun sekaligus menghadirkan dinamika baru dalam hubungan sosial. Dalam perspektif masyarakat jaringan Manuel Castells, praktik ini mencerminkan terbentuknya relasi sosial berbasis jaringan yang bergantung pada arus informasi dan kekuatan koneksi digital.</p>Nuriyatul MuzakiyaSyaira LatifaHapijaturrahmahDesi Erawati
Copyright (c) 2026 Nuriyatul Muzakiya, Syaira Latifa, Hapijaturrahmah, Desi Erawati
2026-06-302026-06-30311628Ekspansi Hukum dalam Tafsir Fiqhi atas Ayat Non-Ahkam: Analisis Dalālah Al-Naṣṣ
https://jipkm.com/index.php/islamologi/article/view/404
<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena ekspansi hukum dalam tafsir fiqhi terhadap ayat-ayat non-ahkam yang semakin berkembang dalam tradisi penafsiran Islam. Banyak mufassir tidak hanya menjadikan ayat ahkam sebagai dasar legislasi hukum, tetapi juga ayat etika, kisah, dan kauniyyah melalui pendekatan <em>dalālah al-na</em><em>ṣṣ</em>. Kondisi ini menimbulkan persoalan metodologis mengenai batas legitimasi penafsiran hukum dan potensi subjektivitas dalam proses <em>istinbā</em><em>ṭ</em>. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk ekspansi hukum dalam tafsir fiqhi atas ayat non-ahkam serta mengkaji posisi <em>dalālah al-na</em><em>ṣṣ</em> sebagai instrumen epistemologis dalam pembentukan hukum Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan pendekatan tafsir tematik-konseptual dan usul fikih. Data diperoleh dari kitab tafsir fiqhi, literatur usul fikih, serta berbagai penelitian akademik yang relevan, kemudian dianalisis secara deskriptif-interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspansi hukum terhadap ayat non-ahkam dilakukan melalui pola analogis, maqāṣidī, kontekstual, dan sistemik. <em>Dalālah al-na</em><em>ṣṣ</em> berfungsi sebagai perangkat epistemologis yang memungkinkan lahirnya hukum dari makna implisit teks Al-Qur’an.</p>Muhammad Alaika RahimKhairunnisaAkhmad Dasuki
Copyright (c) 2026 Muhammad Alaika Rahim, Khairunnisa, Akhmad Dasuki
2026-06-302026-06-30312941Peran Hidayah dalam Kehidupan Manusia Menurut Al-Qur'an
https://jipkm.com/index.php/islamologi/article/view/315
<p>Hidayah merupakan konsep fundamental dalam ajaran Islam yang berfungsi sebagai petunjuk dan bimbingan Allah Swt. bagi manusia dalam menjalani kehidupan menuju kebenaran dan keselamatan. Al-Qur'an sebagai sumber utama ajaran Islam menegaskan bahwa hidayah mencakup pedoman dalam aspek keimanan, ibadah, akhlak, dan kehidupan sosial, sehingga memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk arah dan tujuan hidup manusia, terutama di tengah tantangan moral dan krisis nilai pada era modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran hidayah dalam kehidupan manusia menurut perspektif Al-Qur'an dengan menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan studi kepustakaan (library research) dan tafsir tematik (maudhu’i) terhadap ayat-ayat yang berkaitan dengan hidayah serta penafsiran para ulama tafsir klasik dan kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa hidayah dalam Al-Qur'an tidak hanya bermakna sebagai petunjuk secara konseptual, tetapi juga sebagai bimbingan yang bersifat transformatif dan aplikatif dalam membentuk keimanan, membina akhlak, mengarahkan perilaku sosial, serta menuntun manusia menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Al-Qur'an juga mengisyaratkan adanya berbagai bentuk hidayah, seperti hidayah irsyad dan hidayah taufiq, yang saling melengkapi dalam proses pembinaan spiritual manusia. Dengan demikian, pemahaman yang komprehensif terhadap konsep hidayah menjadi landasan penting dalam membangun kehidupan yang berorientasi pada nilai-nilai ilahiah dan keseimbangan antara aspek spiritual, moral, dan sosial.</p>MaulidaRahmawati
Copyright (c) 2026 Maulida, Rahmawati
2026-06-302026-06-30314262Jihad An-Nafs dalam Pengendalian Amarah: Studi Konseptual atas Pemikiran Ulama Klasik
https://jipkm.com/index.php/islamologi/article/view/378
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara konseptual pemikiran ulama klasik mengenai jihad an-nafs dalam konteks pengendalian amarah. Amarah adalah bagian dari dinamika nafs manusia yang memiliki potensi destruktif jika tidak dikendalikan secara tepat. Secara normatif, Islam menempatkan pengendalian amarah sebagai bagian dari kesempurnaan akhlak dan indikator kematangan spiritual. Namun dalam praktiknya, masih terdapat kesenjangan antara ajaran normatif tersebut dengan realitas perilaku umat Islam. Melalui pendekatan studi kepustakaan (library research), penelitian ini menelaah literatur tasawuf klasik yang membahas konsep mujahadah an-nafs dan tazkiyatun nafs sebagai landasan pembinaan jiwa. Hasil kajian menunjukkan bahwa jihad an-nafs dalam pemikiran ulama klasik dipahami sebagai perjuangan internal yang sistematis untuk menundukkan dorongan amarah melalui riyadhah, penguatan kesadaran ilahiah, serta pembiasaan akhlak terpuji. Konsep ini tidak hanya bersifat moral normatif, tetapi juga menawarkan kerangka pembinaan spiritual yang integral. Dengan demikian, pemikiran ulama klasik tentang jihad an-nafs memiliki relevansi teoretis dalam memperkaya kajian tasawuf dan pengembangan konsep pengendalian diri dalam Islam.</p>Ridhana
Copyright (c) 2026 Ridhana
2026-06-302026-06-30316379